Usianya sudah 70 tahun, seharusnya menjadi masa untuk beristirahat tenang di rumah. Namun, tidak bagi Mbah Bambang. Setiap hari, dari pagi hingga malam, beliau masih harus berjuang menyusuri jalanan dengan sepeda tuanya, menawarkan nota, kwitansi, dan kalender dengan harga yang sangat murah.

Hanya demi sesuap nasi, Mbah menempuh jarak hingga belasan kilometer. Tubuhnya yang renta sering kali gemetar, tapi ia tetap memaksa kaki tuanya mengayuh sepeda. Malam hari, ketika orang lain sudah beristirahat, Mbah Bambang masih duduk di pinggir jalan, menunggu ada yang membeli dagangannya.

Tak jarang, beliau pulang dengan tangan hampa. Perut yang keroncongan kerap ditahannya hanya dengan air putih. "Kalau tidak ada yang beli, ya tidak makan," ucapnya lirih sambil menahan air mata.

Di balik senyum tipisnya, tersimpan rasa sepi dan pilu. Tidak ada yang menemani hari tuanya. Hanya sepeda tua dan barang dagangan yang setia menjadi kawan di jalanan.

Orang baik, mari kita ringankan langkah Mbah Bambang. Donasi dari kita bisa menjadi penguat, agar beliau tidak lagi harus menanggung lapar di usianya yang senja. Ayo berdonasi dengan cara:
Hallo, Apa kabar Donatur ?....
Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, umur panjang yang barokah serta apa yang menjadi hajat/keinginan para donatur dapat tercapai. Aamiinn...
Puji Syukur Alhamdulillah Yayasan Bina Mulia Surabaya telah menyalurkan Bantuan dari Donatur kepada Mbah Bambang (Penjual Nota), Bantuan Berupa Sembako, Kebutuhan Harian, Pakaian dan Santunan
Saat penyaluran Mbah Bambang dalam keadaan kurang sehat, Mbah Sudah 3 hari tidak jualan karena sakit asma beliau kambuh. Mbah Bambang mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur yang telah membatu, semoga para donatur di berikan kesehatan, dilancarkan rezekinya dan diberikan umur yang panjang.
Terima kasih para donatur telah membuat mbah bambang tersenyum bahagia.
Salam Hormat,
Yayasan Bina Mulia Surabaya