Uang Lenyap! Lansia Penjual Sayur Ini Tetap Keliling Demi Nafkah Keluarga

Uang Lenyap! Lansia Penjual Sayur Ini Tetap Keliling Demi Nafkah Keluarga

Rp 455.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
12 Donatur
9 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 29 November 2025 18:00 WIB

Penggalang Dana

Asih Bumi Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Istri Sakit! Lansia Tukang Bawang Berjuang Demi Bawa Istri Berobat

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 November 2025

Bayangkan di usia 70 tahun, Yang harusnya seseorang menikmati masa tua dengan tenang, duduk di teras rumah sambil bercengkrama dengan cucu. Tapi tidak dengan Bah Ade...

 

Setiap pagi, tubuh renta itu memanggul dua karung besar berisi sayur dan bumbu dapur seberat hampir 40 kilogram. ia berjalan jauh dari rumah menuju angkot, menempuh lebih dari 12 kilometer, hanya untuk bisa berjualan di pasar.

Kadang, saat pundaknya mulai nyeri dan napasnya tersengal, Bah Ade cuma bisa berhenti sejenak di pinggir jalan. Tapi ia tidak pernah mengeluh. “Kalau saya nggak jualan, kami nggak bisa makan,” katanya.

 

Dari hasil berjualan, Abah cuma bawa pulang 30 sampai 40 ribu rupiah per hari. Itu pun setelah dipotong ongkos angkot dan ojek untuk pulang. Uang itu ia gunakan untuk makan bersama istri tercinta, Mak Kokom, yang kini sakit asam urat dan kolesterol tinggi.

Mak Kokom sering tak sanggup berdiri lama karena kakinya bengkak dan nyeri. Namun ia tetap membantu menjemur sisa bawang dan cabai dagangan abah agar tak busuk. Mereka makan seadanya, kadang hanya sambal dari cabai sisa jualan, atau ikan mujair hasil pancingan di sungai.

 

Dulu, Bah Ade pernah dihipnotis saat berjualan. Uang modal satu-satunya sebesar 500 ribu rupiah lenyap dibawa orang yang pura-pura membeli. Hari itu, Abah pulang dengan mata sembab, tapi masih bersyukur karena ada orang baik yang menolongnya pulang ke rumah. Sejak itu, Abah makin berhati-hati, traumanya tak pernah hilang...

Kini, Abah dan Mak Kokom hanya menumpang di rumah cucunya, tinggal di bagian belakang rumah yang bocor dan lembap.

 

Bah Ade masih ingin berjualan. Masih ingin mandiri. Tapi tanpa modal, ia terus berutang sayur ke pasar, dan keuntungannya nyaris tak ada.

Orang baik, Yuk bantu Bah Ade dan Mak Kokom! Bantuanmu bisa jadi modal dagang agar Abah tak perlu lagi berutang di pasar. dan jadi biaya berobat untuk kaki Mak Kokom yang makin lemah. Mari bantu Beliau dengan cara :

 

Klik Donasi Sekarang

Masukan Nominal Donasi

Pilih Metode Pembayaran

Dapatkan Laporan Donasi

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

irene rumondor

17 November 2025
Rp 100.000
Amin
Sehat. Selalu. Bapak, Tuhan Yesus memberkati, amin