Gaji tak pasti, beban kerja luar biasa padahal usia sudah senja.
Stasiun kereta menjadi saksi perjuangan Pak Supardi/Pardi (60 tahun) hidup sebagai porter di Stasiun Bandung, mengayuh sepeda dari tempat tinggalnya dengan jarak tak kurang 26 KM pulang pergi memeras keringatnya bahkan sebelum memulai bekerja menjemput rezeki.
“boleh saya bawakan barang nya pa?.” Tanya Pak Pardi.
Kalimat sederhana pa Pardi dalam menjemput rezeki, kemudian menerima upah dari penumpang yang bersedia barangnya dibawakan dengan tarif yang tidak ia tentukan, hanya berharap kerelaan penumpang memberi besar atau kecil, yang harus pa pardi syukuri karena tak jarang dan lebih banyak penumpang menolak bahkan hanya dengan isyarat gelengan kepala saja.