GANTI SUSU FORMULA DENGAN AIR CUCIAN BERAS, bayi Abah Obri menangis kelaparan.

GANTI SUSU FORMULA DENGAN AIR CUCIAN BERAS, bayi Abah Obri menangis kelaparan.

Rp 140.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
3 Donatur
28 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 01 May 2026 21:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

29 April 2026

Dari kejauhan, tampak seorang wanita dengan tatapan kosong menyeret karung rongsokan di bawah terik matahari. Ia adalah Dewi, istri dari Abah Obri. Dewi mengalami keterbelakangan mental, ia hanya bisa meniru apa yang dilakukan suaminya tanpa benar-benar paham cara mencari uang. Di sebuah gubuk reyot, Abah Obri yang sudah berusia 81 tahun hanya bisa menatap nanar. Kakinya yang sempat lumpuh akibat infeksi luka seng saat memulung membuatnya tak berdaya melihat anak dan istrinya terancam kelaparan. Momen paling menyayat hati adalah ketika Dede, putra kecil mereka yang baru berusia 2 tahun, menangis histeris karena haus dan lapar. Tidak ada susu formula, bahkan tidak ada nasi. Dengan air mata bercucuran, Abah terpaksa memberikan air bekas cucian beras (air tajin) agar perut anaknya sedikit terisi. "Sakit hati Abah, tapi mau gimana lagi? Abah nggak bisa jalan, buat beli susu seribu perak pun Abah nggak punya," lirih Abah dengan suara bergetar. Meski hidup dalam kemiskinan ekstrem dan memiliki istri dengan gangguan mental, Abah Obri tidak pernah terpikir untuk meninggalkan tanggung jawabnya. Baginya, anak dan istrinya adalah amanah dari Tuhan yang harus ia jaga sampai napas terakhir. Abah tidak ingin terus-menerus mengandalkan belas kasihan. Harapannya sangat sederhana: ia ingin memiliki modal usaha untuk menjadi pengepul rongsokan kecil-kecilan di gubuknya, agar fisiknya yang sudah renta tak perlu lagi dipaksa berkeliling belasan kilometer. Sahabat, mungkin hari ini kita bisa makan enak tanpa kekurangan, tapi di luar sana, keluarga Abah Obri sedang bertaruh nyawa melawan lapar. Dede butuh asupan nutrisi yang layak, bukan air cucian beras. Abah Obri butuh modal usaha untuk bisa mandiri dan melindungi keluarganya. Mari kita gotong royong, sisihkan sedikit rezeki untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi Dede dan modal usaha bagi Abah Obri. Setiap rupiah yang Anda berikan adalah senyum baru bagi keluarga kecil ini.Dari kejauhan, tampak seorang wanita dengan tatapan kosong menyeret karung rongsokan di bawah terik matahari. Ia adalah Dewi, istri dari Abah Obri. Dewi mengalami keterbelakangan mental, ia hanya bisa meniru apa yang dilakukan suaminya tanpa benar-benar paham cara mencari uang. Di sebuah gubuk reyot, Abah Obri yang sudah berusia 81 tahun hanya bisa menatap nanar. Kakinya yang sempat lumpuh akibat infeksi luka seng saat memulung membuatnya tak berdaya melihat anak dan istrinya terancam kelaparan.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Is

01 May 2026 - 06:18
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik