HIDUP TANPA ORANG TUA! Fikri Berjuang Jualan Makaroni Agar Bisa Terus Sekolah
HIDUP TANPA ORANG TUA! Fikri Berjuang Jualan Makaroni Agar Bisa Terus Sekolah

HIDUP TANPA ORANG TUA! Fikri Berjuang Jualan Makaroni Agar Bisa Terus Sekolah

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
0
Tercapai
0%
Sisa waktu
29 hari

Diperbarui 02 October 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Aksi Indonesia Dermawan (Penderma.id)
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Tak Punya Orang Tua, Fikri Bertahan Hidup dari Jualan Makroni. Bantu Fikri Berjuang!

Cerita

01 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Yatim Sejak Kecil, Fikri Jualan Makroni Demi Rawat Nenek yang Sakit Di usia 12 tahun, saat anak-anak lain pulang sekolah lalu bermain bersama teman-temannya, Fikri justru harus memikul tanggung jawab besar yang tak seharusnya ditanggung seorang anak seusianya. Fikri adalah anak yatim. Ayahnya meninggal dunia saat ia baru berusia 3 tahun. Sementara sang ibu telah pergi bekerja ke luar negeri sejak 10 tahun lalu tanpa kabar dan tanpa pernah mengirimkan nafkah. Kini, Fikri hanya hidup berdua dengan neneknya, Nenek Aisah (72 tahun), di rumah sederhana. Nenek Aisah yang dahulu masih berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Penyakit persendian yang dideritanya membuat ia kesulitan berjalan dan tak lagi mampu bekerja. Sejak 4 tahun lalu, Fikri berjualan makroni sepulang sekolah. Satu bungkus makroni dijual seharga Rp500 dengan keuntungan yang ia terima hanya Rp200 per bungkus karena sistem setoran. Jika seluruh dagangannya habis terjual, Fikri bisa membawa pulang sekitar Rp20.000 untuk kebutuhan makan sehari-hari. Namun penghasilan itu jauh dari cukup. Bahkan pernah suatu hari, saat tidak ada beras di rumah, Fikri berniat membeli beras menggunakan uang hasil jualannya. Sayangnya, uang yang ia miliki masih kurang sehingga ia harus pulang dengan tangan kosong. Perjuangan Fikri tak selalu berjalan mulus. Ia juga pernah mengalami kerugian setelah dipalak oleh orang yang lebih dewasa hingga kehilangan hasil jualannya sekitar Rp20.000. Meski begitu, Fikri tetap berusaha tegar demi nenek yang sangat ia sayangi. Saat ini mereka juga terlilit utang sebesar Rp3,7 juta yang digunakan untuk biaya pengobatan Nenek Aisah. Di tengah segala keterbatasan, Fikri masih menyimpan mimpi sederhana. Ia bercita-cita menjadi pemain futsal dan berharap suatu hari bisa memiliki sepatu futsal sendiri. Sahabat baik, bantuan yang Anda berikan akan sangat berarti bagi Fikri. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu melunasi utang pengobatan, memenuhi kebutuhan sekolah Fikri, membeli kebutuhan pangan sehari-hari, serta membantu biaya pengobatan Nenek Aisah agar dapat kembali sehat. Mari ringankan perjuangan Fikri. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi harapan besar bagi seorang anak yatim yang sedang berjuang menjaga satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Yayasan Aksi Indonesia Dermawan (Penderma.id)
01 October 2026

Penyaluran Santunan untuk Fikri

Alhamdulillah, bantuan untuk Fikri telah disalurkan dalam bentuk santunan uang tunai.


Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan Fikri dan keluarganya dalam menjalani keseharian.


Namun, kebutuhan Fikri dan keluarganya masih terus berjalan. Penggalangan dana untuk Fikri masih dibuka agar bantuan dapat terus diberikan sesuai kebutuhan yang masih diperlukan.


Yuk, terus bantu Fikri melalui donasi terbaikmu. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti untuk mendukung perjuangan Fikri dan keluarganya.