Siapa yang tidak patah hati melihat wanita berusia 83 tahun tertatih-tatih di pinggir jalan sambil berteriak histeris? Hari itu, Mak Uat kehilangan segalanya. Tabungan sebesar Rp2.150.000 yang ia kumpulkan dari hasil jualan dan bantuan desa raib digondol pencopet yang berpura-pura menjadi pelanggan. Di tengah hiruk pikuk jalanan yang ramai, Mak Uat harus berjuang sendirian mengejar pelaku tanpa ada satu pun orang yang berhenti untuk menolongnya.
Setiap hari, sebelum matahari benar-benar terik, Mak Uat sudah bersiap dengan barang dagangan jajaannya. Di bawah sengatan panas yang menusuk kulit keriputnya, ia setia menunggu pelanggan di pinggir jalan demi mencari sesuap nasi tanpa harus mengemis. Baginya, setiap rupiah yang didapat adalah napas untuk bertahan hidup. Namun, sore itu menjadi mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Kejadian memilukan itu bermula saat seorang pengendara motor datang menghampiri dan berpura-pura menawar dagangannya. Di balik senyum pelanggan palsu itu, tersimpan niat kejam. Saat Mak Uat lengah, pelaku dengan cepat merampas dompet yang selama ini dijaganya dengan segenap jiwa, lalu memacu motornya pergi begitu saja. Mak Uat yang kaget hanya bisa membeku dalam trauma, menyaksikan satu-satunya harta miliknya hilang dalam hitungan detik.
Harta yang hilang itu bukan sekadar uang bagi Mak Uat, melainkan tumpuan hidup untuk hari tuanya agar ia tidak perlu lagi memikul beban berjualan yang berat. Tak hanya uang, dokumen penting seperti KTP dan kartu BPJS yang menjadi satu-satunya akses medisnya pun ikut terbawa. Kini, Mak Uat hanya bisa menangis tersedu-sedu dan gemetar hebat setiap kali teringat pengkhianatan pelanggan palsu yang telah menghancurkan harapannya di usia senja.
Hingga saat ini, Mak Uat masih mengalami trauma mendalam dan merasa sangat sendirian atas musibah yang menimpanya. Tanpa uang simpanan tersebut, ia terpaksa harus kembali memeras keringat di usia renta dengan fisik yang tak lagi kuat. Sahabat Baik, mari kita buktikan bahwa Mak Uat tidak sendirian dukunganmu bukan sekadar mengganti materi yang hilang, melainkan obat bagi luka hati dan cahaya bagi masa tua beliau.