KEHILANGAN KAKI TAK HENTIKAN LANGKAHNYA, Pak Mail paksakan berjualan sapu dari kampung ke kampung.

KEHILANGAN KAKI TAK HENTIKAN LANGKAHNYA, Pak Mail paksakan berjualan sapu dari kampung ke kampung.

Rp 515.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
14 Donatur
23 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 12 May 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

WAN Kuningan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

05 May 2026

​Di bawah terik matahari, terlihat seorang pria tangguh bernama Pak Mail (53). Kondisinya tidak lagi utuh, penyakit diabetes memaksanya merelakan kakinya untuk diamputasi. Namun, kehilangan kaki bukan berarti ia berhenti berjuang. ​Pak Mail menolak menyerah. Setiap hari, ia berjualan sapu lidi dengan cara yang menyayat hati, mendorong tubuhnya di atas tanah sambil membawa dagangan. Dari kampung ke kampung di Darul Aman, ia menyeret diri demi menyambung hidup istri dan anaknya. ​Harga satu ikat sapu lidi yang ia jual hanya Rp5.000. Namun, tak jarang dagangannya tidak laku sama sekali. Meski peluh bercucuran dan tubuhnya lelah karena harus mendorong diri di aspal yang panas, Pak Mail tetap tersenyum dan pantang meminta-minta. Mari sisihkan sedikit rezeki kita dan bantu ringankan beban Pak Mail agar ia bisa berjualan dengan lebih layak.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

06 May 2026 19:51
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik

Di Tengah Fisiknya Yang Tidak Lengkap, Pak Mail Tetap Berjuang Untuk Bertahan Hidup

WAN Kuningan
Telah mengajak 5 orang berdonasi
Rp 195.000

KAKI DI4MPUTASI!! Bantu Pejual Tukang Sapu Lidi Berjuang Menyambung Hidup

WAN Kuningan
Telah mengajak 7 orang berdonasi
Rp 280.000