Terpaksa Minum Air Keruh! Mbah Suyono Berjualan Serai Dengan Kondisi Tunanetra

Terpaksa Minum Air Keruh! Mbah Suyono Berjualan Serai Dengan Kondisi Tunanetra

Rp 1.115.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
22 Donatur
31 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 June 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Bina Mulia Balikpapan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
BUTA DAN SEBATANG KARA! BANTU HIDUP MBAH SUYONO YANG SENGSARA

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

17 May 2026

"Kadang sebulan baru ada yang beli serai saya, Nak. Hasilnya cuma 5-10 ribu rupiah. Tapi ya tetap saya syukuri, namanya rezeki kan nggak bisa dipaksa." ucap mbah suyono

 

Di balik riuh jalan kota, ada seorang pria renta yang hidup dalam kesunyian. Namanya Mbah Suyono, kini berusia 64 tahun. Sehari-hari, beliau menjual serai di pinggir jalan, atau merawat tanaman di sebidang tanah pinjaman orang.

Namun hidupnya tidaklah mudah. Sejak 30 tahun yang lalu, penglihatannya hilang akibat terkena percikan las saat bekerja serabutan. Sejak itu, dunia menjadi gelap baginya. Meski begitu, beliau tidak menyerah. Dengan langkah pelan dan tangan yang meraba, ia tetap berusaha mengais rezeki.

Setiap hari Mbah Suyono duduk di pinggir jalan dengan beberapa ikat serai di sisinya. Tapi kenyataan pahitnya, pembeli hanya datang kadang sebulan sekali. Itu pun hasil yang didapat hanya sekitar Rp5.000—tak cukup bahkan untuk membeli beras satu kilo. Jadi beliau kadang dibantu sama tetangga dan keluarga terdekat disana

Sejak istrinya meninggal karena kanker payudara, Mbah Suyono benar-benar hidup sebatang kara. Tidak ada keluarga, tidak ada anak yang menemaninya. Hanya sebuah gubuk reyot yang menjadi saksi perjuangannya: atap bocor, dinding rapuh, dan dingin ketika hujan turun.

Ketika lelah usai berkebun atau menunggu pembeli yang tak kunjung datang, Mbah Suyono sering terlihat tidur di pondok kecil seadanya di pinggir jalan menjadikannya rumah kedua selain gubuk reyot tempat ia tinggal.

  1. Klik Donasi Sekarang
  2. Masukan Nominal Donasi
  3. Pilih Metode Pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Yayasan Bina Mulia Balikpapan

25 May 2026
Amanah Tersalurkan

Assalamualaikum wr. wb.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Semoga para donatur senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan dimudahkan dalam setiap urusan. Aamiin.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Dengan penuh rasa hormat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur atas kebaikan dan kepercayaannya dalam mendukung penggalangan dana ini.

Alhamdulillah, Tim Yayasan Bina Mulia Balikpapan telah menyalurkan amanah bantuan kepada Pak Suyono berupa santunan tunai dan paket sembako.

Saat ini, Pak Suyono berada dalam kondisi sehat. Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur, serta mendoakan agar semua diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki. Aamiin.

Terima kasih atas kepedulian dan dukungan yang telah diberikan. Semoga setiap kebaikan dibalas Allah SWT dengan keberkahan yang berlipat.

Sekian yang dapat kami sampaikan.

Wassalamualaikum wr. wb.

Salam hormat,

Yayasan Bina Mulia Balikpapan



Doa & Donasi Teman Peduli

Syifani Aufarahma

31 May 2026 - 18:53
Rp 20.000
Amin
semoga di beri kesehatan dan rezeki yang lancar