KAKI BENGKOK DAN HIDUP SEBATANGKARA!! Perjuangan Lansia Jual Es Agar Bisa Makan
KAKI BENGKOK DAN HIDUP SEBATANGKARA!! Perjuangan Lansia Jual Es Agar Bisa Makan

KAKI BENGKOK DAN HIDUP SEBATANGKARA!! Perjuangan Lansia Jual Es Agar Bisa Makan

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
0
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 10 June 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Menahan Sakit! Abah Wasih Tetap Berjualan Minuman Demi Bertahan Hidup

Cerita

10 May 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

seorang pria tua berjalan perlahan sambil memikul beban di tangannya. Namanya Abah Wasih, usia 75 tahun. Langkahnya tertatih, tubuhnya bertumpu pada dua tongkat yang menjadi satu-satunya penyangga untuk tetap berdiri. Namun dari sorot matanya, tersimpan satu hal yang tak pernah padam: keinginan untuk terus bertahan hidup dengan caranya sendiri.


Hari-hari Abah Wasih tidaklah mudah. Ia hidup seorang diri, tanpa keluarga yang menemani. Rumah yang dulu menjadi tempatnya pulang kini sudah tiada, terpaksa dijual demi biaya pengobatan. Sejak saat itu, hidupnya benar-benar berubah. Tak ada lagi tempat menetap yang layak, hanya sisa-sisa kekuatan yang ia gunakan untuk melanjutkan hidup. Kecelakaan kerja yang pernah ia alami meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Kakinya kini bengkok, nyaris tak mampu menopang tubuhnya. Untuk berjalan beberapa langkah saja, Abah harus berjuang dengan kedua tongkatnya. Setiap langkah bukan hanya tentang bergerak, tapi tentang melawan rasa sakit yang terus ia rasakan.



Kepergian sang istri akibat sakit paru beberapa tahun lalu semakin menambah sunyi dalam hidupnya. Tak ada anak yang bisa menjadi tempat bergantung, tak ada tangan yang menggenggam saat langkahnya goyah. Ia benar-benar menjalani semuanya seorang diri. Namun di tengah segala keterbatasan itu, Abah Wasih tidak memilih menyerah. Ia tetap berjualan es teh keliling. Dengan langkah yang tertatih, ia menyusuri jalan demi jalan, menawarkan dagangannya. Bukan sekadar untuk mencari nafkah, tapi untuk mempertahankan hidup yang masih ia perjuangkan dengan sisa tenaga yang ada. Tak jarang dagangannya sepi pembeli. Penghasilan yang didapat seringkali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, apalagi untuk biaya pengobatan dan tempat tinggal yang layak. Tapi Abah tetap berjalan. Tetap berusaha. Karena baginya, berhenti berarti menyerah pada keadaan. Inilah kisah Abah Wasih. Di usia senjanya, dengan tubuh yang tak lagi kuat dan hidup yang penuh keterbatasan, ia tetap memilih untuk berjuang. Ia tidak meminta dikasihani, ia hanya ingin diberi kesempatan untuk hidup lebih layak.


Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Yayasan Kolaborasi Teman Baik
26 October 2026

Bantuan Kebahagian Abah Wasih

Halo #Temenbaik! 👋😊


Semoga hari ini ada banyak hal baik yang menyapa dan membuat harimu terasa lebih ringan.

Kami mau berbagi satu kabar baik. Alhamdulillah, berkat kebaikan dan dukungan dari Temenbaik Semua,  bantuan untukAdik Ajril sudah berhasil disalurkan.


Berikut Dokumentasi Penyalurannya :

Bantuan yang diberikan kali ini berupa : Bantuan Pangan dan Santunan Tunai.


Alhamdulillah kini Adik Ajril bisa punya bekal untuk kebutuhan sehari-harinya.Terimakasih ya, semoga kebaikan kamu semua dibalas dengan kebaikan yang banyak dan dimudahkan segala urusannya.Aamiin 🤲✨


Jabat erat,

Temenbaik