Tak Ada Yang Merawat, Bantu Istri Pejuang Kemerdekaan Bertahan Hidup!
Tak Ada Yang Merawat, Bantu Istri Pejuang Kemerdekaan Bertahan Hidup!

Tak Ada Yang Merawat, Bantu Istri Pejuang Kemerdekaan Bertahan Hidup!

Rp 220.000
terkumpul dari Rp 35.000.000
Donatur
4
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 24 October 2026, 15:00 WIB

Penggalang Dana

Arah Cahaya
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Tak Ada Lagi yang Merawat, Mbah Gemi 105 Tahun Masih Berjuang untuk Makan. Mari Bantu Mbah Hidup Layak!

Cerita

21 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Usia satu abad lebih dan istri pejuang kemerdekaan, mbah gemi hidup tida layak

“ zaman belanda jepang aku sudah ada le, dulu suamiku pejuang kemerdekaan, tapi sekarang sudah tua hidupku menderita, hidup sendiri dan tidak ada yang merawat aku,” - Mbah Gemi. Mbah gemi (105 tahun) usia yang sangat lebih dari kata tua dan lansia,jalannya tertatih tatih, punggung simbah sudah tidak bisa tegak lagi, dan badan yang gemeteran dan tempat tidur yang jauh dar kata layak simbah hidup sendirian dirumah,bahkan anak beliau sudah meninggal lebih dulu,simbah bilang ingin sekali menyerah tapi mau bagaimana lagi, inilah kenyataannya kehidupan sehari simbah hanya bisa menyelesaikan satu tikar dengan upah 10 - 15 Rupiah, itupun seringnya simbah memilih menukarkan langsung dengan nasi putih saja, karena sudah tidak kuat untuk masak sendiri, “pengen beli obat aja aku gak bisa, tolong aku le , rawat aku” ucap simbah dengan suara lirih sungguh kami tidak tega melihatnya, di sisa umur dan tenaganya simbah masih berkerja setiap hari membuat tikar dari bambu dari pagi sampai siang,karena hanya dengan cara itu beliau menyambung hidup dan setiap hari makan hanya dengan nasi dan garam.

suami simbah dulu adalah pejuang kemerdekaan, di sisa sisa ingatannya, beliau berceriita ketika suaminya berjuang di zaman penjajahan jepang dan juga PKI, suaminya meninggal 30 tahun yang lalu, merdeka, merdeka, ucap simbah

sebagai istri mantan veteran, simbah masih semangat ketika teringat perjuangan kemerdekaan Indonesia tercinta, mungkin simbah dulu hidupnya beda dengan yang sekarang, namun di usia yang seharusnya bisa dinikmati dengan tenang, mbah gemi masih harus berjuang keras mari kita perjuangan kehidupan lebih layak buat simbah di sisa sisa umurnya

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Arah Cahaya
24 October 2026

penyaluran tahap 1 mbah gemi

HALO DONATUR!

Pada beberapa waktu lalu, tim Yayasan Arah Cahaya Indonesia telah mengunjungi Mbah gemi sekaligus menyalurkan bantuan yang telah berlangsung secara bertahap.

simbah merasa sangat senang dan terharu mengetahui begitu banyak orang yang peduli dan ikut memberikan perhatian untuknya. Mbah juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah membersamai perjuangannya,

pada waktu dekat kita akan kerumah simbah lagi untuk membelikan kasur dan menyediakan beberapa kebutuhan untuk mbah gemi

Semoga setiap kebaikan yang diberikan dibalas dengan kebaikan yang berlipat,

Salam hangat,

Yayasan Arah Cahaya Indonesia

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 100.000
22 October 2026, 05:06