Mikul Beban Berat Demi Anak Bisa Makan. Bantu Pak Juhana Berjuang!
Mikul Beban Berat Demi Anak Bisa Makan. Bantu Pak Juhana Berjuang!

Mikul Beban Berat Demi Anak Bisa Makan. Bantu Pak Juhana Berjuang!

Rp 1.110.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
37
Tercapai
3%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 24 September 2026, 18:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Pundak Sakit, Pak Juhana Tetap Jualan Agar Anak Bisa Makan. Bantu Pak Juhana Berjuang!

Cerita

21 August 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Pak Juhana, Menjajakan Agar demi Sepiring Nasi dan Harapan Anak-Anaknya Setiap pagi, ketika sebagian orang mulai menjalani aktivitasnya, Pak Juhana sudah lebih dulu bersiap memanggul dagangannya. Bersama anak bungsunya yang masih duduk di kelas 1 SD, ia berkeliling menjajakan agar dari satu tempat ke tempat lainnya. Sudah sekitar lima tahun Pak Juhana menjalani pekerjaan ini. Sebelumnya, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Namun, keadaan membuatnya harus mencari cara lain untuk tetap mendapatkan penghasilan. Kini, berjualan agar menjadi salah satu jalan yang ia tempuh untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya. Namun, tidak setiap hari Pak Juhana bisa berjualan. Ia hanya dapat berjualan ketika memiliki modal. Keuntungan yang didapat pun biasanya langsung diputar kembali untuk membeli modal dagangan berikutnya. Jika modal benar-benar habis, Pak Juhana harus menunggu panggilan pekerjaan sebagai kuli bangunan agar bisa kembali berjualan. Penghasilannya tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya pun sering kali masih terasa berat. Karena itu, Pak Juhana juga menyambi sebagai tukang bersih-bersih masjid di dekat rumahnya. Rumah yang ditempati Pak Juhana bersama istri dan ketiga anaknya pun sangat sederhana. Rumah kecil tersebut merupakan rumah wakaf dari masjid. Tetapi tinggal di sana bukan berarti tanpa ujian. Ia pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan, bahkan pernah diminta untuk pergi dari rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya. Ketika hujan turun, keluarga Pak Juhana juga harus bersiap menghadapi kebocoran. Tembok-tembok rumah yang berlubang membuat air mudah masuk. Bahkan, ketika listrik tidak mampu dibayar karena penghasilan yang terbatas, rumah mereka bisa kembali gelap dan hanya diterangi cahaya lilin. Di tengah segala keterbatasan itu, ada seorang anak kecil yang memilih menemani ayahnya berjualan. Anak bungsu Pak Juhana sering ikut berkeliling. Bukan karena ia tidak punya kegiatan lain, tetapi karena ia ingin membantu ayahnya. Usianya masih sangat kecil. Kakinya pun belum kuat untuk berjalan jauh sepanjang hari. Tak jarang, di tengah perjalanan ia merasa lelah dan mengeluh. Ketika tubuh kecilnya sudah tidak kuat lagi, Pak Juhana akan menggendongnya sambil tetap membawa dagangan. Ada kalanya sang anak tertidur di pangkuan ayahnya karena terlalu lelah setelah seharian berkeliling. Pemandangan itu mungkin sederhana. Namun di baliknya ada perjuangan seorang ayah yang tidak ingin menyerah begitu saja pada keadaan. Pak Juhana bahkan pernah mengalami musibah saat berjualan. Ia pernah terjatuh ke sawah hingga dagangan yang dibawanya ikut jatuh. Hari itu, bukan keuntungan yang dibawa pulang. Dagangannya habis dan ia justru harus menombok kerugian. Ia juga pernah tertipu ketika sedang berjualan sehingga tidak mendapatkan keuntungan sama sekali pada hari tersebut. Meski begitu, Pak Juhana tetap berusaha bangkit. Ia memiliki satu keinginan sederhana: jika suatu hari mendapat rezeki lebih, ia ingin memiliki gerobak untuk berjualan. Selama ini, dagangannya dipanggul berkeliling dan membuat pundaknya sering terasa sakit. Dengan gerobak, ia berharap bisa berjualan dengan lebih ringan dan membawa dagangan lebih banyak. Sebagai seorang ayah, Pak Juhana juga memiliki harapan besar untuk anak-anaknya. Ia ingin dua anaknya dapat bersekolah hingga SMA. Sayangnya, keterbatasan ekonomi membuat ia tidak sanggup terus membiayai pendidikan mereka hingga jenjang tersebut. Sekolah anaknya akhirnya harus terhenti di tingkat SMP. Hari ini, keluarga Pak Juhana masih sangat bergantung pada kebaikan orang-orang di sekitarnya. Bantuan dari masjid dan tetangga menjadi salah satu penopang mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun Pak Juhana tidak meminta untuk hidup berlebihan. Ia hanya ingin terus bekerja. Ia hanya ingin dagangannya kembali memiliki modal. Ia hanya ingin pundaknya tidak lagi terlalu sakit karena memanggul dagangan. Dan yang paling utama, ia ingin anak-anaknya memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. **Di balik setiap bungkus agar yang dipanggul Pak Juhana, ada perjuangan seorang ayah untuk keluarganya.** Mari bantu Pak Juhana agar tidak harus terus berjalan sendirian. Dukungan yang kita berikan dapat menjadi modal untuk kembali berjualan, membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, dan perlahan mewujudkan impiannya memiliki gerobak agar ia bisa berjualan dengan lebih layak. Karena bagi Pak Juhana, sedikit bantuan hari ini bukan sekadar meringankan beban. Bisa jadi, itulah yang membuatnya mampu kembali berjualan esok pagi.


Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
23 October 2026

Semua Berhak Nyaman untuk Pak Juhana

Assalamu'alaikum Wr, Wb.


Hallo Sobat Berdampak!


Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Pak Juhana seorang pejuang nafkah yang berjualan agar-agar dengan berkeliling, bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan anak, sabun-sabun cuci baju, dan kebutuhan bodycare.

Kami mewakili Pak Juhana dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Pak Juhana sekeluarga.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Sunar wasis
Rp 30.000
25 August 2026, 20:54