Ringankan Langkah Abah Rukmana yang Bertopang pada Satu Kaki

Ringankan Langkah Abah Rukmana yang Bertopang pada Satu Kaki

Rp 181.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
22 hari lagi
Donasi Untuk Bantu Abah Rukmana Sekarang
Terakhir diperbarui pada 06 May 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

Cipta Ruang Cahaya Abadi

Komunitas/Gerakan Sosial

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

26 April 2026

Jalanan licin, hujan belum juga reda. Di tengah dingin yang menusuk dan angin yang sesekali menggoyahkan langkah, Abah Rukmana tetap berjalan… pelan, tertatih, sambil memanggul karung berisi pepaya di pundaknya. Satu langkah… lalu berhenti sejenak. Bukan karena menyerah tapi karena ia hanya punya satu kaki untuk bertumpu. Tongkat kayunya hampir tergelincir di aspal basah. Tubuhnya goyah. Namun Abah tetap memaksa melangkah. Kaki kanannya… sudah tak lagi ada sejak kecelakaan tragis yang merenggut masa depannya. Hari itu, Abah hanya ingin mencari nafkah seperti biasa. Ia mencoba menyelip di antara mobil dan truk batubara di jalan sempit. Motor di depannya berhasil lolos tapi tidak dengan Abah. Dalam hitungan detik, tubuhnya terjepit. Kaki kanannya terlindas keras hancur tak tersisa. Di ruang rumah sakit, dokter tak punya pilihan selain menyarankan amputasi. Namun dengan suara bergetar, Abah memohon… agar sebagian kakinya masih disisakan. Bukan untuk sembuh tapi untuk tetap punya harapan. Harapan… suatu hari bisa memakai kaki palsu dan kembali berdiri lebih kuat. Kini, yang tersisa hanya separuh paha… dan sebuah tongkat sederhana yang menjadi penopang hidupnya. Sejak saat itu, hujan bukan lagi sekadar air yang turun dari langit. Hujan adalah ketakutan. Jalan yang licin membuat tongkatnya mudah tergelincir. Tak jarang Abah jatuh… bersama karung pepaya yang ia bawa. Buah-buah itu pecah, hancur, tak bisa dijual lagi. Dan setiap kali itu terjadi… bukan hanya dagangannya yang hilang, tapi juga harapan untuk membawa pulang uang hari itu. Namun Abah tak punya pilihan. Di rumah, ada keluarga yang menunggu. Perut-perut yang harus diisi. Hidup yang sepenuhnya bergantung pada satu kaki yang tersisa… dan tekad yang tak pernah benar-benar runtuh. Bayangkan… di usia yang tak lagi muda, dengan tubuh yang sudah kehilangan sebagian dirinya, Abah tetap memaksa melawan hujan, melawan sakit, melawan rasa takut jatuh hanya demi keluarganya bisa makan hari itu. Kerabat, perjuangan Abah Rukmana terlalu berat jika harus ia pikul sendirian. Hari ini, kita bisa jadi alasan Abah tetap bertahan. Kita bisa jadi harapan yang selama ini ia genggam dalam diam. Mari bantu Abah agar ia bisa mencari nafkah dengan lebih aman dan layak. Agar ia tak lagi harus mempertaruhkan nyawanya di jalanan licin setiap hari. Karena bagi kita mungkin hanya sedikit… tapi bagi Abah dan keluarganya, itu adalah kehidupan.

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 





Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

29 April 2026 - 04:40
Rp 31.000
Amin
JADI#SirkelBaik

Kaki Hilang Terlindas Truk, Abah Masih Pikul Pepaya Demi Keluarganya

Cipta Ruang Cahaya Abadi
Telah mengajak 2 orang berdonasi
Rp 50.000