Juang Pria Cacat Fisik! Bertahan Nawarin Jasa Service untuk Sekolah Anak
Juang Pria Cacat Fisik! Bertahan Nawarin Jasa Service untuk Sekolah Anak

Juang Pria Cacat Fisik! Bertahan Nawarin Jasa Service untuk Sekolah Anak

Rp 2.458.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
56
Tercapai
8%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 07 September 2026, 12:00 WIB

Penggalang Dana

explorebumibaik
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
CACAT FISIK! Tak Memiliki Tangan, Disabilitas ini Berjuang Jual Jasa Sevice dengan Kakinya

Cerita

29 July 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

"Kan masih ada kaki, ya pakai aja yang ada buat cari nafkah," ucap Pak Enon (50) tersenyum tegar, sambil perlahan menjepit obeng menggunakan jari kakinya. Karena kondisi kelainan genetik, Pak Enon terlahir tanpa kedua belah tangan, memiliki postur tubuh yang tidak sempurna, serta ukuran kaki yang pendek. Namun, segala keterbatasan fisik itu sama sekali tak menyurutkan harga dirinya sebagai seorang kepala keluarga. Demi menafkahi sang istri dan menyekolahkan anaknya yang kini duduk di bangku SMP, Pak Enon berjuang memutar otak. Ia nekat mengikuti kursus servis elektronik meski saat itu banyak orang yang mencibir dan meragukan kemampuannya. Berkat kegigihannya, ia bahkan sempat dikirim ke kota besar untuk memperdalam keahliannya melalui program kedinasan. Kini, Pak Enon menetap di kampung halamannya. Namun, tantangan hidup yang ia hadapi justru semakin berat. Di usianya yang sudah setengah abad, fisik dan penglihatannya tak lagi setajam dulu. "Sekarang mata udah rada burem. Komponen TV kan kecil-kecil, jadi suka kelihatan ngebayang. Kalau sampai salah pasang, ya saya yang harus tanggung jawab ganti rugi," keluh Pak Enon. Padahal, upah yang ia dapatkan dari memperbaiki satu alat elektronik tak lebih dari 50 ribu rupiah. Jika ia sampai salah memasang komponen, ia harus merogoh kocek dari ratusan ribu hingga merugi. Belum lagi, saat ini orderan servis semakin sepi karena warga lebih memilih membeli barang elektronik baru yang harganya murah ketimbang memperbaiki yang rusak. Di tengah kondisi yang serba sulit ini, Pak Enon memendam sebuah impian yang sangat mulia untuk keluarganya. Ia ingin sekali memiliki modal untuk membuka warung kecil-kecilan di rumah yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari. Ia juga berharap bisa membuka toko jasa servis menetap di rumahnya. Dengan begitu, Pak Enon tidak perlu lagi memaksakan tubuhnya yang tidak sempurna untuk berkeliling jauh atau pergi ke kota hanya sekadar untuk berbelanja bahan suku cadang. #TemanExplore, betapa luar biasanya perjuangan seorang ayah yang menolak menyerah pada takdir. Ketiadaan tangan tak membuatnya mengemis, ia justru memeras keringat demi keluarga. Mari kita patungan, berikan hadiah modal usaha terbaik untuk mewujudkan warung dan toko servis impian Pak Enon di rumahnya! Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal usaha serta biaya hidup keluarga Pak Enon. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi.


Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
08 August 2026, 12:59

Sehat selalu bapak semoga servisan bapak lancar terus dan rezekinya mengalir deras, dan semoga bapak dikelilingi orang² baik , semangat bapak 😇 , sebelumnya ak minta maaf ya bapak ak cuman bisa ngasi segitu karna ternyata gaji ku bulan ini tidak naik hhee