“Kak... kalau aku di amputasi, apa aku masih bisa jadi dokter?”
Nabila Claudia, 14 tahun, asal Kabupaten Cianjur. Suaranya gemetar, matanya berkaca-kaca seolah masih belum percaya, bahwa hidupnya akan berubah selamanya...

Awalnya, Nabila hanya terjatuh saat olahraga di sekolah.
Cuma keseleo, pikir ibunya. Tapi hari demi hari, rasa sakit di lututnya semakin menjadi, memar membiru, hingga akhirnya membengkak besar. Dibawa ke tukang urut, ke ustadz, semua dicoba.
Namun bukan sembuh, justru rasa sakitnya makin menggila, membuat Nabila tidak bisa lagi berjalan.

Ketika akhirnya dibawa ke rumah sakit, hasil pemeriksaan membuat hati ibunya runtuh seketika: “Anak ibu mengidap tumor ganas di lutut, dan harus segera di amputasi...”
Ibu Nabila hanya bisa menatap kosong, menangis tak bersuara.
Seorang Single Parent, yang baru saja kehilangan suaminya kurang dari setahun lalu.
Kini ia harus menanggung beban batin seorang diri melihat anaknya, satu-satunya harapan hidup, harus kehilangan kakinya untuk tetap hidup.

Namun biaya pengobatan bukan satu-satunya perjuangan.
Setiap kali harus kontrol, mereka harus menyewa ambulance Rp 500.000 sekali jalan, karena Nabila sudah tidak bisa berjalan sama sekali. Sementara kebutuhan harian, makan, transportasi, dan tempat singgah jadi beban yang tak sanggup dipikul ibunya yang hanya buruh pembungkus kerupuk berpenghasilan 10RB per hari.
“Kadang aku menangis sendirian,” ucap Nabila pelan,
“ngeliat mamah kerja keras sampai malam cuma buat aku bisa berobat…”

Kini, tumor di lutut Nabila semakin membesar, dari sebesar telur ayam menjadi sebesar bola.
Ia sering menjerit kesakitan, tubuhnya lemas, dan kadang sesak napas.
Dokter mengatakan, jika tidak segera diamputasi, penyakit itu bisa menyebar dan mengancam nyawanya.
Tapi di balik rasa takutnya, ada impian kecil yang terus ia genggam:
“Aku ingin sembuh, Kak... Aku ingin jadi dokter supaya bisa nolong orang lain.”

Orang baik, mari kita Bantu ia melawan sakitnya, bantu ibunya agar tak merasa berjuang sendirian. Kita tak bisa menggantikan kakinya, tapi kita bisa menyelamatkan hidupnya. Yuk bantu Nabila dengan cara:
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran
5. Dapatkan laporan melalui email

Tak hanya berdonasi secara materi, #sahabatsapa juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar lebih banyak lagi do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
Assalamualaikum WR.WB.
Apa kabarnya hari ini #sahabatsapa?
Kami doakan semoga #sahabatsapa semuanya diberi kesehatan, umur panjang, rezeki yang melimpah, diberi keberkahan, selalu berada dalam kebahagiaan serta selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin
Kali ini kami akan informasikan giat Relawan SAPA dalam rangka giat pendampingan dan penyaluran bantuan untuk Nabila, namun sebelumnya kami mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada seluruh donatur #beridampak serta relawan sapa peduli #sahabatsapa yang sudah menyisihkan sebagian hartanya untuk pengobatan di link campaign ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan sahabat semua dengan rezeki yang berlipat lipat ganda serta menjadi amal jariyyah. Aamiin YRA.
Adik Nabila sudah berjuang keras di RSN Dharmais DKI Jakarta, untuk melawang kanker tulang yang di idapnya. Awalnya adik Nabila harus dilakukan kemo sebanyak 8 kali, namun baru kemo ke 2 akhirnya drop dan harus berpulang ke Rahmatullah. Semoga saja adik Nabila tenang di alam sana serta husnul khotimah Aamiin YRA.
Alhamdulillah, bantuan dari campaign ini sudah diterima oleh sang ibu, semoga bermanfaat untuk keluarga adik Nabila. Aamiin YRA.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan dan mohon maaf atas keterlambatan informasinya.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

#sahabatsapa, Untuk terus update program kebaikan lainnya, follow Sosial Media kami di :
- Facebook : Sahabat Amal Peduli Sesama - Yayasan SAPA
- Website : www.sapapeduli.org
- Tiktok : Yayasan SAPA
Terimakasih #sahabatsapa
Terimakasih #beridampak